Las argon (GTAW) untuk pengelasan Carbon Steel dan Stainless Steel

Posted by Amalia | Posted in | Posted on 05.27


Buat kamu yang biasa bekerja di workshop maupun di proyek dengan pekerjaan - pekerjaan pengelasan besi/carbon (MS/CS) dan stainless steel (SS) mungkin udah nggak heran dan udah sangat akrab dengan las argon. Tapi mungkin masih ada teman - teman kita yang belum tahu tentang las argon, atau sudah pernah denger tapi ingin tahu lebih jauh, aku mau coba membahasnya. Mungkin kamu biasa pake las karbit, acetilin atau mungkin elektroda (stick), mau tahu nggak bedanya dan alasan mengapa digunakannya las argon? Berikut ini adalah beberapa perbedaan dan alasan penggunaan las argon:

1. Perbedaannya dengan teknik pengelasan lain

Sumber api , menggunakan sumber api yang berasal dari listrik yang dihasilkan oleh mesin las berupa travo (inverter). Pada pengelasan karbit maka sumber apinya adalah gas yang dihasilkan oleh perendaman karbit, sedangkan pada las acetilin, gas acetilin digunakan sebagai bahan bakar untuk membuat sumber api.
Sinar las, welder/operator las pada las argon wajib hukumnya pake kedok/masker safety pada saat melakukan pengelasan, ini disebabkan sinar yang dipantulkan oleh sumber api listrik sangat terang, makanya digunakan masker yang dilengkapi kaca hitam yang dirancang untuk mengurangi silau pada mata, supaya cairan logam bisa terlihat jelas supaya bisa diarahkan. Tanpa menggunakan masker las mustahil mendapatkan hasil pengelasan yang baik sesuai standar, yang ada mata kamu akan menjadi bengkak dan berair, serta terasa pedih.


2. Alasan penggunaan
Bersih dibanding pengelasan acetilin, las karbit maupun elektroda, karena gas argon yang digunakan untuk mendukung proses pengelasan hampir nggak ada polusi, hanya mengeluarkan sedikit asap. Sedangkan pada material yang dilas hasil pengelasan pun bersih, karena pengelasan jenis ini tidak menimbulkan percikan logam maupun kerak.
Rapih dan teliti, hasil pengelasan sangat mungkin rapi dan teliti, bisa menjangkau posisi sempit tanpa mengorbankan tampilan/perfomace, hasil pengelasan tetap bisa kecil dan lurus, dan bisa digunakan untuk material dengan ketebalan 50mm atau lebih sampai dengan 1mm bahkan yang lebih tipis lagi.
Untuk pengelasan stainless steel (SS), ini mungkin akan jadi alasan utama, karena las acetilin dan karbit tidak bisa digunakan buat ngelas SS, sedangkan las elektroda/stick masih bisa digunakan hanya untuk material dengan tebal 2mm atau lebih, itupun masih meninggalkan percikan yang kadang susah dibersihkan sehingga tidak disarankan untuk pengelasan pada material yang ada kontak langsung dengan produk farmasi, food & baverage dan kosmetik.

Nah, sekarang udah ada gambaran yang lumayan jelas kan, perbedaan las argon dengan yang lain dan juga alasan pemakaian jenis las ini. Oh iya buat kamu yang mau ngasih masukan atau komentar, sok aja gak perlu ragu pumpung gratis, he.. he..

Mudah - mudahan bermanfaat.


 





Comments (7)

Hai aq SAIFUL TUFA, q operator las argon dsuatu perusahaan djatim. Yg saya tanyakan adakah lowongan pkerjaan untuk tukang las argon? Soalnya dperusahaanQ gajinx murah gk sesuai dngan yg saya harapkan. Klo ada lowongan hubungi aku y d emailQ ipul19@gmail.com aq tunggu informasinya trims.

Sangat bermanfaat. .
Thanx. .

pengelasan stenlisstell dgn las inverter dc dan gas pelindung AR( argon ).pengelasan dpt dsetel besar kecilnya ampere sesuai bahan yg akan d las untuk menghasilkan las yg rapi..
jika ingin belajar atau butuh barang handmade dari stenlisstell hub 085743362111

Barangkali ada yang butuh tukang las argon,aku siap,,,he
domisili :tegal jawa tengah indonesia
:o konaak:085642700606

las aron bisa untuk nge-Las alloy/alumunium jg ngga'?!
cc : Laysya Afrilia

Klo di tegal yg suka bikin knalpot mobil stanless pke las argon dimana ya...? Thxs.

Numpang lapak ya kakak Amalia..
Buat temen-temen area bandung... perusahaan ane butuh tukang las argon yg handal. yg terbiasa las pada media kecil dan tipis.. yg bisa rapi dan madiri..
cv kirim ke : hr.aisyi@google.com
terima kasih..

Poskan Komentar